April 5, 2025

Myvolleyballshoes – Pembahasan Seputar Olahraga

Membahas mengenai dunia olahraga dari segala penjuru dunia.

Skyjump: Olahraga Ekstrem Pemacu Adrenalin di Langit

Skyjump merupakan salah satu olahraga ekstrem rajazeus yang memadukan sensasi terjun bebas dari ketinggian dengan kontrol penuh atas tubuh saat melayang di udara. Berbeda dengan skydiving yang dilakukan dari pesawat, skyjump biasanya dilakukan dari struktur bangunan tinggi seperti menara, tebing, atau jembatan dengan menggunakan peralatan khusus seperti parasut atau tali pengaman. Olahraga ini sangat menantang dan memicu adrenalin, sehingga hanya dilakukan oleh mereka yang memiliki mental kuat dan keterampilan khusus.

Apa Itu Skyjump?

Secara umum, skyjump adalah kegiatan melompat dari tempat yang sangat tinggi, dengan tujuan merasakan sensasi melayang bebas di udara sebelum akhirnya mendarat dengan aman menggunakan parasut atau sistem pendaratan lainnya. Olahraga ini bisa dilakukan dari helikopter, gedung pencakar langit, atau bahkan tebing curam.

Ada dua jenis skyjump yang cukup dikenal:

  • Base Jumping: Melompat dari titik tetap seperti bangunan (Building), antena (Antenna), jembatan (Span), atau tebing (Earth).

  • Skyjump dengan Kabel: Biasanya dilakukan dari bangunan tinggi dengan bantuan kabel pengaman yang memperlambat kecepatan jatuh, seperti atraksi wisata di Menara Sky Tower di Selandia Baru.

Peralatan yang Digunakan dalam Skyjump

Keselamatan adalah hal utama dalam skyjump. Oleh karena itu, para pelompat harus menggunakan perlengkapan yang sesuai dan berkualitas tinggi, antara lain:

  1. Parasut Khusus Parasut untuk skyjump dirancang agar bisa terbuka lebih cepat karena ketinggian lompatan biasanya lebih rendah dibandingkan skydiving.

  2. Helm dan Pelindung Tubuh Helm wajib digunakan untuk melindungi kepala dari benturan. Selain itu, pelindung siku, lutut, dan pakaian khusus yang tahan angin juga biasa digunakan.

  3. Harness dan Tali Pengaman Dalam beberapa varian skyjump, digunakan sistem harness dan tali untuk memastikan pelompat tetap aman selama proses melayang atau saat mendarat.

  4. Altimeter dan Kamera Aksi Altimeter membantu pelompat mengetahui ketinggian, sedangkan kamera digunakan untuk merekam momen spektakuler selama terjun.

Sensasi dan Tantangan Melakukan Skyjump

Skyjump bukan hanya tentang melompat dari ketinggian. Ini adalah tentang mengatasi rasa takut, menghadapi tantangan mental, dan merasakan kebebasan penuh saat tubuh melayang di udara. Banyak pelompat menggambarkan sensasi skyjump sebagai pengalaman yang tak terlupakan—antara takut dan kegembiraan bercampur menjadi satu.

Namun, olahraga ini juga menantang secara fisik dan psikologis. Diperlukan konsentrasi tinggi, koordinasi tubuh yang baik, serta keberanian luar biasa. Tidak sembarang orang bisa langsung mencoba skyjump; umumnya, pelatihan dasar dan pengalaman terbang atau skydiving dibutuhkan sebelumnya.

Tempat Populer untuk Skyjump

Beberapa lokasi di dunia terkenal sebagai spot skyjump terbaik karena menawarkan pemandangan spektakuler dan infrastruktur yang aman. Di antaranya:

  • Sky Tower – Auckland, Selandia Baru
    Di sinilah konsep “SkyJump” dikomersialisasi. Pelompat bisa terjun dari ketinggian 192 meter dengan sistem tali khusus.

  • Kjerag, Norwegia
    Salah satu tempat base jump paling terkenal dengan panorama tebing dan fjord yang menakjubkan.

  • KL Tower, Malaysia
    Setiap tahun, digelar event skyjump internasional yang diikuti oleh atlet dari seluruh dunia.

Skyjump di Indonesia

Meskipun belum sepopuler di luar negeri, olahraga ekstrem seperti skyjump mulai menarik perhatian di Indonesia. Beberapa tempat yang mulai memperkenalkan olahraga ini antara lain:

  • Tebing Parang, Purwakarta – sering digunakan untuk panjat tebing dan base jump.

  • Menara SUTET dan Gedung Tinggi di Jakarta – kadang digunakan dalam kegiatan skyjump saat event khusus.

  • Wisata ekstrem di Bali dan Yogyakarta – menawarkan pengalaman semi skyjump dengan sistem tali pengaman atau flying fox yang menyerupai sensasi skyjump.

Keamanan dan Peraturan

Karena tergolong olahraga ekstrem, skyjump diatur dengan ketat di banyak negara. Pelompat harus memenuhi syarat tertentu, termasuk:

  • Usia minimal (biasanya 18 tahun ke atas).

  • Kesehatan fisik dan mental yang prima.

  • Mengikuti pelatihan dan briefing keselamatan.

  • Menggunakan peralatan bersertifikasi.

Di Indonesia, kegiatan skyjump atau olahraga udara lainnya berada di bawah pengawasan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) dan instansi terkait seperti TNI AU, khususnya untuk wilayah udara terlarang.

BACA JUGA: Tips Bermain Golf dari Paige Spiranac!!

Share: Facebook Twitter Linkedin

Comments are closed.